Featured Articles
All Stories
Download
Dibawah ini ada beberapa file yang bisa didownload untuk menambah pengetahuan serta wawasan bagi anda dan juga kita semua, dan ini dari direktorat jendral perkebunan dan perlindungan. silahkan anda yang mungkin perlu atau memutuhkan informasinya untuk diklik. atau anda juga membutuhkan situs resmi silahkan kunjungi disini.
Terima kasih atas kunjungannya

DOWNLOAD INFORMASI PENGETAHUAN PERKEBUNAN

PPL  |  at  07.50  | 1 comment

Download
Dibawah ini ada beberapa file yang bisa didownload untuk menambah pengetahuan serta wawasan bagi anda dan juga kita semua, dan ini dari direktorat jendral perkebunan dan perlindungan. silahkan anda yang mungkin perlu atau memutuhkan informasinya untuk diklik. atau anda juga membutuhkan situs resmi silahkan kunjungi disini.
Terima kasih atas kunjungannya
Continue Reading→

Salah satu teknologi Mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat dimplementasikan di subsektor perkebunan adalah Optimalisasi Lahan Tanpa Bakar. Optimalisasi Lahan Tanpa Bakar merupakan salah satu teknologi penting yang mempunyai kontribusi terhadap penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lahan perkebunan.
Pembakaran menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2, CO, N2O, dan NOx yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Pembakaran biasanya terjadi saat pembukaan lahan baru dan pembersihan lahan setelah panen.

TEKNOLOGI MITIGASI GRK : IMPLEMENTASI UNTUK SUB SEKTOR PERKEBUNAN

PPL  |  at  07.34  | No comments

Salah satu teknologi Mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat dimplementasikan di subsektor perkebunan adalah Optimalisasi Lahan Tanpa Bakar. Optimalisasi Lahan Tanpa Bakar merupakan salah satu teknologi penting yang mempunyai kontribusi terhadap penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lahan perkebunan.
Pembakaran menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2, CO, N2O, dan NOx yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Pembakaran biasanya terjadi saat pembukaan lahan baru dan pembersihan lahan setelah panen.
Continue Reading→

Penyerapan dan sekuestrasi karbon adalah proses pemindahan karbon dari atmosfer ke wadah penampung, seperti ekosistem laut atau darat melalui proses biologi atau fisika seperti fotosistesis. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berpotensi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Berbagai aktivitas pertanian dipengaruhi oleh keberadaan CO2, seperti fotosintesis, respirasi, dekomposisi, nitrifikasi-denitrifikasi, enterik fermentasi, dan pembakaran.

Pedoman Mitigasi GRK pada Sektor Pertanian/Perkebunan

PPL  |  at  07.30  | No comments

Penyerapan dan sekuestrasi karbon adalah proses pemindahan karbon dari atmosfer ke wadah penampung, seperti ekosistem laut atau darat melalui proses biologi atau fisika seperti fotosistesis. Pertanian merupakan salah satu sektor yang berpotensi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Berbagai aktivitas pertanian dipengaruhi oleh keberadaan CO2, seperti fotosintesis, respirasi, dekomposisi, nitrifikasi-denitrifikasi, enterik fermentasi, dan pembakaran.
Continue Reading→


Lada merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Luas areal tanaman lada di seluruh Indonesia tahun 2010 sekitar 179.318 hektar, dengan produktivitas sekitar 756 kg/Hektar/tahun, Total nilai eksport lada tahun 2010 sebesar US$ 245.924 dengan volume ekspor 62.599 ton, sedangkan nilai impor US$ 2.679 dengan volume impor 3.312 ton.
Salah satu sarana produksi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan perkebunan adalah Ketersedian benih/bibit bermutu.

PENGARUH PENGGUNAAN Mikoriza DAN Trichoderma TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT LADA STEK 2(DUA) RUAS (Hasil

PPL  |  at  07.27  | No comments


Lada merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Luas areal tanaman lada di seluruh Indonesia tahun 2010 sekitar 179.318 hektar, dengan produktivitas sekitar 756 kg/Hektar/tahun, Total nilai eksport lada tahun 2010 sebesar US$ 245.924 dengan volume ekspor 62.599 ton, sedangkan nilai impor US$ 2.679 dengan volume impor 3.312 ton.
Salah satu sarana produksi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan perkebunan adalah Ketersedian benih/bibit bermutu.
Continue Reading→



TEKNOLOGI BUDIDAYA KARET
Untuk  membangun  kebun  karet  diperlukan  manajemen  dan  teknologi  budidaya tanaman

BUDIDAYA TANAMAN KARET DI INDONESIA

PPL  |  at  17.17  | 1 comment



TEKNOLOGI BUDIDAYA KARET
Untuk  membangun  kebun  karet  diperlukan  manajemen  dan  teknologi  budidaya tanaman
Continue Reading→



Pengertian Okulasi
Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul

TEKNIK OKULASI KARET YANG BAIK

PPL  |  at  17.14  | No comments



Pengertian Okulasi
Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul
Continue Reading→



Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 109/92
Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani - Jayapura
Juli 1992  Agdex: 191/20    

BUDI DAYA TANAMAN KARET

PPL  |  at  16.57  | No comments



Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 109/92
Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani - Jayapura
Juli 1992  Agdex: 191/20    
Continue Reading→


PENDAHULUAN
Tanaman Jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuaian iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil dari tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai di budidayakan.
PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

SYARAT PERTUMBUHAN
Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.

BUDIDAYA TANAMAN JARAK

PPL  |  at  04.22  | No comments


PENDAHULUAN
Tanaman Jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuaian iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil dari tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai di budidayakan.
PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

SYARAT PERTUMBUHAN
Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.
Continue Reading→

PENDAHULUAN
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
1. Persiapan Lahan

BUDIDAYA TANAMAN KAKAO

PPL  |  at  04.20  | 1 comment

PENDAHULUAN
Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunaan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas akan rendah.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu petani kakao agar mampu meningkatkan produktivitasnya agar dapat bersaing di era globalisasi dengan program peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas, berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
1. Persiapan Lahan
Continue Reading→

I. PENDAHULUAN
Tujuan utama pasaran karet
(hevea brasiliensis) ndonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
- Suhu udara 240C - 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.

BUDIDAYA TANAMAN KARET

PPL  |  at  04.16  | No comments

I. PENDAHULUAN
Tujuan utama pasaran karet
(hevea brasiliensis) ndonesia adalah ekspor. Di pasaran internasional (perdagangan bebas) produk karet Indonesia menghadapi persaingan ketat. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
- Suhu udara 240C - 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.
Continue Reading→

Copyright © 2013 PERKEBUNAN. WP Theme-junkie converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.