Selamat datang di Blog Perkebunan

TEKNIK OKULASI KARET YANG BAIK

0 komentar



Pengertian Okulasi
Okulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul
Enam tahapan okulasi
1. Kesiapan batang bawah 
2. Pembuatan jendela okulasi 
3. Penyiapan perisai mata okulasi 
4. Penempelan perisai mata okulasi 
5. Pembalutan 
6. Pemeriksaan hasil okulasi

1. Kesiapan Batang Bawah 
a. Lilit batang tanaman berkisar 5-7 cm diukur pada ketinggian 5 cm dari permukaan tanah (photo 3) 
b. Tunas ujung dalam keadaan tidur atau daun tua 
(photo 2).

2. Pembuatan Jendela Okulasi 
Tahapan kegiatan pembuatan jendela okulasi: 
1.Batang bawah dibersihkan dari kotoran/ tanah dengan menggunakan kain lap bersih (photo 4) 
2.Batang bawah yang sudah bersih diiris vertikal (photo 6). 
3.Irisan sejajar dibuat dua buah sebanyak 25 batang dengan ukuran 5-10 cm dari permukaan tanah 
(photo 5) 
4.Panjang irisan 5-7 cm (photo 9) 
5.Lebar irisan 1/3 lilit batang (photo 8) 
6.Buatlah potongan melintang di atas irisan vertikal tadi dan dibukakan sedikit ujungnya untuk bukaan dari atas dan di bawah irisan vertikal untuk bukaan 
dari bawah (photo 8) 
7.Penempelan mata dimulai dari batang pertama dan setelah selesai semua, dimulai lagi membuat irisan sebanyak 25 batang, demikian seterusnya.

Delabarre 1994
3. Pembuatan Perisai Mata Okulasi 
Tahapan kegiatan pembuatan perisai mata okulasi adalah sebagai berikut: 

1.Mata yang terbaik untuk calon perisai okulasi  adalah mata yang berada di atas bekas ketiak  daun (photo 1) 
2.Perisai mata okulasi dibuat dengan mengiris kayu  entres yang bermata baik, dengan ukuran lebar 
1 cm dan panjang 5-7 cm (photo 2). 

Delabarre 1994

3.Untuk bukaan jendela okulasi dari atas maka posisi mata pada kayu entres menghadap ke atas (photo 3) 
4.Untuk bukaan dari bawah, posisi mata pada kayu entres menghadap ke bawah (photo 4) 
5.Penyayatan perisai mata okulasi dilakukan dengan mengikutsertakan sedikit bagian kayu (photo 5 & 6) 
6.Lepaskan kulit dari kayu dengan hati-hati dengan cara menarik bagian kayunya perisai mata harus diusahakan tidak memar, dan bagian dalam kulitnya tidak terpegang atau terkena kotoran (photo 7 & 8) 
7.Perisai mata okulasi yang baik adalah perisai mata yang pada kulit bagian dalam ada titik putih yang menonjol (photo 9a) 
8.Apabila kulit bagian dalam berlubang berarti mata-nya tertinggal pada bagian kayu dan perisai ini tidak boleh ditempelkan pada batang bawah (photo 9b). 

4. Penempelan Perisai Mata Okulasi 
Penempelan perisai mata okulasi dilakukan pada batang bawah segera setelah jendela okulasi dibuka
Tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut: 

1.Setelah perisai mata okulasi disiapkan, secepatnya 
jendela okulasi dibuka dan perisai mata dimasukkan ke dalam jendela
balai penelitian sembawa.2003

balai penelitian sembawa.2003
2.Jendela okulasi ditutup dengan cara menekan bagian ujung jendela, bersamaan dengan itu bagian ujung perisai yang dipegang dipotong dan dibuang. 
3.Perisai mata okulasi diusahakan tidak bergerak agar tidak merusak mata. 
4.Jendela okulasi yang sudah ditutup langsung dibalut.

5.Pembalutan
1.Ditujukan untuk menciptakan agar perisai mata okulasi benar-benar menempel ke batang bawah serta terlindung dari air dan kotoran. 
2.Bahan untuk pembalut adalah pita plastik okulasi. 
3.Untuk bukaan dari bawah maka pembalutan dimulai dari bawah, demikian juga sebaliknya. 
4.Balutan dilakukan dua kali dan dilebihkan sekitar
2 cm di bagian atas dan bawah jendela okulasi 
Delabarre 1994

6. Pembukaan dan Pemeriksaan Okulasi 
1.Setelah okulasi berumur 2-3 minggu, maka balutan okulasi dapat dibuka untuk diperiksa keberhasilannya. 
2.Balutan dibuka dengan cara mengiris plastik okulasi 
dari bawah ke atas, tepat di samping jendela okulasi.Selanjutnya jendela okulasi dibuka dengan cara 
memotong lidah jendela okulasi. 
3.Keberhasilan okulasi dapat diketahui dengan cara membuat cungkilan pada perisai mata okulasi di luar matanya. Apabila cungkilan berwarna hijau berarti okulasi dinyatakan berhasil. 
4.Okulasi yang berhasil ditandai dengan caramengikatkan bekas potongan plastik okulasi pada bagian batang Pencabutan bibit hasil okulasi untuk dijadikan stum mata tidur dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan cangkul dan alat dongkrak bibit (pulling jack).

Sumber: 
1. Pengelolaan Bahan Tanam Karet. 2003. Pusat Penelitian Karet. Balai Penelitian Sembawa 
2. Delabarre, M. 1994. Rubber-A Pictoral Technical Guide For Smallholders. CIRAD-CP Pencetakan Leaflet ini didanai oleh SRAS-CFC Project.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. PERKEBUNAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger